1. Tri Hita Karana sebagai Etika Lingkungan Global
Konsep Tri Hita Karana (Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan) bukan sekadar ajaran tradisi, melainkan panduan etika ekologi universal. Falsafah ini menegaskan bahwa keberlanjutan hidup manusia sangat bergantung pada keseimbangan antara dimensi spiritual, sosial, dan alamiah.
2. Tantangan Krisis Lingkungan Modern
Eksploitasi alam berlebihan telah memicu berbagai krisis ekologi:
Pencemaran Multisektor: Kualitas air, udara, dan tanah yang menurun akibat limbah industri serta domestik.
Kerusakan Ekosistem: Deforestasi, alih fungsi lahan hijau, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
Perubahan Iklim: Peningkatan suhu global dan cuaca ekstrem akibat emisi gas rumah kaca.
3. Prinsip Dasar Keselarasan Lingkungan
Manusia bukanlah penguasa alam (master of nature), melainkan bagian tak terpisahkan dari ekosistem (part of nature). Setiap kerusakan yang ditimbulkan pada lingkungan akan berdampak langsung pada kualitas hidup manusia itu sendiri.





