Urgensi & Dasar Hukum Pengelolaan Sampah
1. Kondisi dan Masalah Sampah di Bali
Bali menghasilkan sekitar 3.463 ton sampah per hari. Persentase sumber sampah terbesar meliputi:
Kegiatan Rumah Tangga: >60%
Perniagaan: >11%
Pasar: >7%
Saat ini, kondisi sampah dominan tidak terpilah sehingga sulit diolah kembali. Sebanyak 42,79% sampah diangkut ke TPA dan 23,2% terbuang mengotori lingkungan. Hal ini berdampak negatif pada ekosistem, kesehatan manusia, serta citra Bali sebagai destinasi wisata budaya dunia.
2. Payung Hukum dan Kebijakan
Pengelolaan sampah berbasis sumber memiliki landasan hukum yang kuat:
UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Permen LHK No. P.75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.
Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.
Pergub Bali No. 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.
Kepgub Bali No. 381/03-P/HK/2021 (Tanggung jawab Perbekel/Lurah & Bandesa Adat dalam PSBS mandiri/terintegrasi).
Instruksi Gubernur Bali No. 8324 Tahun 2021 & Surat Edaran Gubernur Bali No. 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
Sumber: Pemprov Bali







